Pages

Senin, 08 September 2014

ATASI KANKER PAYUDARA DENGAN FORMULA AL-QANUN

ATASI KANKER PAYUDARA DENGAN FORMULA AL-QANUN

Hampir setiap hari Poliklinik yang dahulu bernama Poliklinik GR. Setra telah ramai dikunjungi pasien dan terkadang ada pasien yang sudah menunggu sebelum jam buka Poliklinik yang saat ini lebih di kenal luas oleh masyarakat dengan sebutan “Rumah Sakit Komplementer Canon Medicinae Indonesia”
Sudah tiga rumah sakit ditambah lagi beberapa Poliklinik tempat saya praktek hanya baru di Poliklinik GR Setra “Canon Medicinae Indonesia” saja yang bias menangani pasien dengan tingkat keberhasilan hampir mencapai 80% ungkap dr. Lanny

Formula Alqanun
Rumah Sakit “Canon Medicinae Indonesia” yang mampu menerapkan dua ilmu Medis Kedokteran Barat dan Persia masing-masing medis saling mendukung untuk mencapai tingkat keberhasilan yang tinggi bagi mereka yang menderita kanker, dan begitu juga Formula yang di miliki poliklinik ini sangat berbeda dengan system pengobatan yang kita kenal selama ini tanpa operasi, kemoterapi, radiologi mampu memutus inti sel DNA kanker pada stadium Akhir. Inilah formula yang menjadi kebanggan dari poliklinik GR Setra “Canon Medicinae Indonesia”.
Formula yang satu ini terprogaram untuk memutus inti Sel Kanker tanpa merusak jaringan Sel sehat, daya kerjanya sangat cepat walaupun system peracikannya sangat rumit, memang tergolong mahal karena bahannya hampir 75% di Impor dari Negara Persia yang sifatnya alami tanpa efek samping.
Keadaan ini mendorong Rumah Sakit “Canon Medicinae Indonesia” terus melaju dengan penerapan Ilmu Medis Konvensional dan Ilmu Medis Persia, Teknologi yang sistematis serta bahan-bahan obat dengan kualitas tinggi yang sudah dipersiapkan jauh sebelu mengadakan uji coba obat/ Formula Al-Qannun yang akan digunakan untuk pasien.
Kami mempunyai sumber ilmu yang sudah teruji secara Medis dari kitab Father The Doctor (dr. Ibnu Sina) yang asli, formula Al-qannun (Formula ini sangat dirahasiakan oleh Tim Apoteker dan Medis Persia) kami persiapkan hanya untuk menangani penyakit-penyakit tertentu seperti halnya kanker, diabetes, dan ginjal.
Poliklinik ini juga dilengkapi dengan peralatan Laboratorium Diagnosa seperti rumah sakit besar lainnya yang sengaja didatangkan khusus dari Jerman, Tutur dokter Sienny Kurniawati yang baru menyelesaikan Studinya di Filipina.
Bagi pembaca yang masih memerlukan informasi lebih lanjut atau ingin berkonsultasi silakan datang ke Rumah Sakit Komplementer “Canon Medicinae Indonesia”. Dan apabila Anda berminat ingin berobat, mengetahui lebih lanjut silahkan lihat, datang, tanyakan, buktikan sendiri atau konsultasikan segera diri Anda ke Jalan Tubagus Ismail VII No.21 Dago Kota Bandung Provinsi Jawa Barat – INDONESIA Phone: +62 - (022) 253-1000 / Fax. (022) 251-6663 / Mobile: +62 – 0812.2023.2009 (Ginjal) / +62 – 0878.9537.5000 (Diabetes Mellitus) / +62 – 0856.9518.6000 (Kanker) / +62 - 0822.1848.2898 (Jantung) PIN Blackberry: 7E8C39F5 (UMUM), 7EBA27CF (KANKER), 7E7C3491 (GINJAL) (Rumah Sakit Komplementer Canon Medicinae Indonesia hanya ada di Kota Bandung – Provinsi Jawa Barat – INDONESIA).
Team Farmasi RS Komplementer Canon Medicinae Indoesia – Bandung – Jawa Barat - INDONESIA

Ginjal Bermasalah Kenali dari urine

Ginjal Bermasalah Kenali dari urine

Ginjal merupakan bagian dari saluran kemih, yang berfungsi utama menyaring kotoran dari darah dan membuangnya bersama air dalam bentuk urine. Maka bila ada yang tak beres dengan ginjal, gejalanya bisa dideteksi dari urine. Gejala penyakit ginjal dapat dilihat sesuai fungsi ginjal itu sendiri. Fungsi ginjal yang utama adalah sebagai sistem filter dan ekskresi, pengatur asam basa dalam darah, pengatur tekanan darah, dan menstimulasi produksi sel-sel darah merah.

Pada orang dengan gangguan ginjal biasanya jumlah urine yang dikeluarkan
lebih sedikit dari biasanya. Namun untuk sebagian orang, gangguan ginjal tahap awal biasanya tidak menunjukkan gejala apa-apa. Gejala biasanya tak dapat dilihat secara kasat mata, dari warna, bau, dan jumlahnya, kecuali jika ada darah. Urine orang yang ginjalnya bermasalah biasanya terjadi perubahan warna jadi merah atau seperti coca-cola. Kemungkinannya ada darah dan warnanya jadi keruh karena kemungkinan terjadi infeksi, Juga bisa berbusa jika ada protein yang bocor, Untuk lebih jelas, gangguan ginjal memang harus dideteksi melalui uji urine di laboratorium, tes urine merupakan tes yang paling sederhana dan dapat dipercaya. Di laboratorium akan diperiksa apakah ada eritrosit dan leukosit dalam urine, juga kreatinin atau kotoran yang dapat dihilangkan oleh ginjal yang berfungsi dengan baik. Selain urine, gejala pada gangguan ginjal juga bisa dideteksi dari fungsi ginjal lainnya yang terganggu seperti :
  1. Darah menjadi lebih asam
  2. Tekanan darah tinggi (hipertensi
  3. Hemoglobin (Hb) rendah
  4. Kurang darah (anemia)
  5. Mudah lelah
  6. Tubuh sering terasa sakit, kram, tidak ada nafsu makan, susah tidur.
  7. Penimbunan cairan seperti di kaki dan wajah yang terlihat seperti membengkak atau
  8. Pengeringan cairan dengan mata cekung, mulut kering, hampir tidak ada lendir dalam mulut.

Bagi pembaca yang masih memerlukan informasi lebih lanjut atau ingin berkonsultasi silakan datang ke Rumah Sakit Komplementer “Canon Medicinae Indonesia”. Dan apabila Anda berminat ingin berobat, mengetahui lebih lanjut silahkan lihat, datang, tanyakan, buktikan sendiri atau konsultasikan segera diri Anda ke Jalan Tubagus Ismail VII No.21 Dago Kota Bandung Provinsi Jawa Barat – INDONESIA Phone: +62 - (022) 253-1000 / Fax. (022) 251-6663 / Mobile: +62 – 0812.2023.2009 (Ginjal) / +62 – 0878.9537.5000 (Diabetes Mellitus) / +62 – 0856.9518.6000 (Kanker) / +62 - 0822.1848.2898 (Jantung) PIN Blackberry: 7E8C39F5 (UMUM), 7EBA27CF (KANKER), 7E7C3491 (GINJAL) (Rumah Sakit Komplementer Canon Medicinae Indonesia hanya ada di Kota Bandung – Provinsi Jawa Barat – INDONESIA).
Team Farmasi RS Komplementer “Canon Medicinae Indonesia” – Bandung – Jawa Barat - INDONESIA

Diabetesi Di Indonesia Terbanyak Se-Asia Tenggara


 Diabetesi Di Indonesia Terbanyak Se-Asia Tenggara

Seiring pertumbuhan ekonomi dan pesatnya teknologi, Indonesia dinilai menjadi kawasan yang sangat rentan terhadap berbagai jenis penyakit akibat banyak perubahan gaya hidup. Dari data International Diabetes Federal (IDF) 2010 menyebutkan, Indonesia menjadi peringkat pertama penderita diabetes terbanyak se-Asia Tenggara.
Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RS Cipto Mangunkusumo, Prof. Dr. dr. Pradana Soewondo, SpPD-KEMD tidak menampik bahwa orang Indonesia memang rentan mengalami diabetes.

“Ketika perekonomian membaik, penghasilan tinggi, risiko untuk mengonsumsi makanan berkarbohidrat dan lemak akan meningkat tajam. Begitu juga dari sisi perkembangan teknologi. Teknologi membuat berkurangnya aktifitas fisik. Kalau dulu petani jalan kaki atau naik sepeda ke sawah, sekarang mereka naik sepeda motor. Terus dimana-mana ada BTS atau Base Transceiver Station (Pemancar jaringan telephone seluler/mobile phone). Konsekuensinya akhirnya memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas,” kata Pradana di sela-sela peluncuran aplikasi Ramadan Diabetes and Me, di JS Luwansa, Jakarta, Senin (23/5/2014).
Mencegah jumlah penderita diabetes semakin banyak, Pradana mengimbau masyarakat untuk mengubah pola hidup dengan mengonsumsi makanan berdasar gizi seimbang.
“Makan karbohidrat paling banyak 40-50 persen, protein 60 persen dan lemak 20 persen. Jangan makan nasi sama daging saja. Makanan kita saat ini telah bergeser menjadi lebih banyak lemak dan protein sehingga jumlah kalori meningkat dan banyak yang gemuk,” jelasnya.
Sebagai orang yang memiliki diabetes tipe 2 selama hampir 20 tahun, saya telah mendengar banyak fakta menarik tentang diabetes yang telah membuat saya mengangkat alis karena terkejut. Fakta-fakta menarik di bawah ini yang menyenangkan untuk berbagi. 20 Fakta Menarik Tentang Diabetes

Sebuah metode tes darah awal disebut Clinitest diperkenalkan oleh Ames Diagnostik pada tahun 1941 mensyaratkan pencampuran urin dan air dalam tabung reaksi dan menambahkan pil biru kecil yang menyebabkan reaksi kimia yang dapat menyebabkan luka bakar fisik yang parah karena panas yang ekstrim. Warna cairan akan menunjukkan apakah ada glukosa dalam urin. Pada tahun 1969, meteran glukosa darah portabel pertama diciptakan oleh Ames Diagnostics. Itu disebut Ames Reflektansi Meter (ARM). Ames kemudian menjadi bagian dari Bayer. Perangkat tampak banyak seperti perangkat tricorder yang digunakan dalam seri Star Trek asli. Harganya sekitar $ 650 dan hanya bagi dokter untuk digunakan dalam praktek atau rumah sakit mereka. Meter glukosa darah portabel untuk digunakan di rumah oleh pasien tidak dijual di Amerika Serikat sampai tahun 1980-an. Dr Richard Bernstein, penulis buku populer Diabetes Solusi Dr Bernstein, adalah orang pertama yang menggunakan meteran portabel untuk memeriksa kadar gula darahnya di rumah. Dia adalah seorang insinyur pada waktu dan dalam kesehatan yang buruk akibat diabetes 1 Tipe. Dia memperoleh meteran ARM dimaksudkan hanya untuk dokter. Karena ia bukan dokter pada saat itu, ia berbicara istrinya (yang adalah seorang psikiater) ke memperoleh perangkat untuknya. Kondisi diabetes secara drastis membaik. Dia kemudian berkampanye untuk meter glukosa darah di rumah portabel untuk digunakan pasien di rumah. Dia tidak mampu untuk mendapatkan jurnal medis untuk mempublikasikan studinya, sehingga pada usia 43 tahun ia pergi ke sekolah kedokteran dan menjadi seorang ahli endokrinologi.

India memiliki populasi tertinggi orang dengan diabetes tipe 2, lebih dari negara lain di dunia. Negara dengan persentase tertinggi orang dengan diabetes tipe 2 adalah sebuah pulau kecil di Pasifik Selatan disebut Nauru. Ini adalah negara terkecil ketiga di dunia setelah Kota Vatikan dan Monako. Paling awal dikenal catatan tertulis yang mungkin disebut diabetes adalah pada tahun 1500 SM di Ebers papyrus Mesir. Ini mengacu pada gejala sering buang air kecil.
Gejala diabetes seperti rasa haus, penurunan berat badan, dan kelebihan buang air kecil yang diakui selama lebih dari 1.200 tahun sebelum penyakit punya nama. Dokter Yunani Aretaeus dikreditkan dengan datang dengan nama "diabetes" pada abad pertama Masehi dan berpikir gigitan ular disebabkan diabetes. Dr Thomas Willis (1621-1675) disebut diabetes "kencing jahat" dan menggambarkan urine dari orang dengan diabetes tipe 2 sebagai "luar biasa manis, seolah-olah itu dijiwai dengan madu atau gula." Dia juga yang pertama untuk menggambarkan rasa sakit dan menyengat dari kerusakan saraf akibat diabetes. Diabetes adalah kata Yunani yang berarti "untuk melewati." Diamati bahwa air seni dengan cepat melewati pasien dengan diabetes. Kata mellitus adalah dari bahasa Latin dan berarti "madu seperti manis."

Pada zaman kuno, dokter akan menguji untuk diabetes dengan mencicipi urin untuk melihat apakah itu manis. Orang-orang yang mencicipi urin untuk memeriksa diabetes disebut "icip air." Tindakan diagnostik lainnya termasuk memeriksa untuk melihat apakah urin menarik semut atau lalat. Pada akhir 1850-an seorang dokter Prancis bernama Priorry menyarankan pasien dengan diabetes untuk makan dalam jumlah besar gula. Jelas, bahwa metode pengobatan tidak berlangsung. Dr Elliott P. Joslin, pendiri Joslin Diabetes Center, adalah dokter pertama yang mengkhususkan diri dalam diabetes dan untuk mendorong pengelolaan diri. Dia menjadi tertarik setelah bibinya didiagnosis dan diberitahu tidak ada obat dan sedikit harapan. Dia meninggal karena komplikasi diabetes tidak lama setelah. Ibunya didiagnosis tahun ia mulai praktek pada tahun 1898 (beberapa tahun setelah kematian bibinya). Dia membantunya mengelola diabetes dan dia tinggal 10 tahun lagi yang cukup sebuah prestasi untuk kali.
Dr Elliot P. Joslin mengatakan diabetes adalah "yang terbaik dari penyakit kronis" karena itu menjadi "bersih, jarang sedap dipandang, tidak menular, sering menyakitkan dan rentan terhadap pengobatan."

…bersambung…

Bagi pembaca yang masih memerlukan informasi lebih lanjut atau ingin berkonsultasi silakan datang ke Rumah Sakit Komplementer “Canon Medicinae Indonesia”. Dan apabila Anda berminat ingin berobat, mengetahui lebih lanjut silahkan lihat, datang, tanyakan, buktikan sendiri atau konsultasikan segera diri Anda ke Jalan Tubagus Ismail VII No.21 Dago Kota Bandung Provinsi Jawa Barat – INDONESIA Phone: +62 - (022) 253-1000 / Fax. (022) 251-6663 / Mobile: +62 – 0812.2023.2009 (Ginjal) / +62 – 0878.9537.5000 (Diabetes Mellitus) / +62 – 0856.9518.6000 (Kanker) / +62 - 0822.1848.2898 (Jantung) PIN Blackberry: 7E8C39F5 (UMUM), 7EBA27CF (KANKER), 7E7C3491 (GINJAL) (Rumah Sakit Komplementer Canon Medicinae Indonesia hanya ada di Kota Bandung – Provinsi Jawa Barat – INDONESIA).

Team Farmasi RS Komplementer “Canon Medicinae Indonesia” – Kota Bandung – Jawa Barat INDONESIA